Mixing mastering, dalam dunia produksi lagu profesional, dua istilah ini hampir selalu muncul. Banyak musisi pemula. Bahkan yang sudah sering rekaman masih menganggap keduanya sama, atau mengira cukup “bagusin dikit” supaya lagu terdengar enak. Padahal, mixing dan mastering adalah dua tahap berbeda, dengan tujuan teknis dan artistik yang sangat spesifik, dan keduanya berperan besar menentukan apakah sebuah lagu terdengar amatir, layak rilis, atau benar-benar profesional.
Di sini kita akan bahas secara lengkap, runtut, dan apa adanya tentang:
Daftar Isi
Di Dimulti Music, kami sering menerima lagu yang secara ide sudah bagus, aransemen menarik, bahkan rekamannya tidak jelek. Namun setelah dicek lebih dalam, masalahnya hampir selalu sama: pemahaman tentang mixing dan mastering masih keliru sejak awal.
Artikel ini tidak ditulis untuk menjual mimpi, tapi untuk membekali pemahaman yang benar.
1. Mixing dan Mastering: Gambaran Besar
Sebelum masuk ke detail teknis, mari kita pahami gambaran besarnya terlebih dahulu.
Dalam alur produksi lagu profesional, urutannya secara umum adalah:
- Songwriting & Arranging
- Recording (Tracking)
- Editing
- Mixing
- Mastering
- Distribution / Release
Mixing dan mastering tidak bisa menggantikan tahap sebelumnya. Artinya:
Mixing tidak bisa memperbaiki aransemen yang berantakan
Mastering tidak bisa menyelamatkan mixing yang buruk
Keduanya adalah tahap finalisasi, bukan tahap “penyelamat”.
2. Apa Itu Mixing?
Definisi Mixing
Mixing adalah proses menggabungkan seluruh track rekaman (vokal, drum, bass, gitar, keyboard, string, dan lainnya) menjadi satu kesatuan musik yang seimbang, jelas, dan emosional.
Tujuan mixing bukan sekadar membuat semua terdengar keras atau bersih, tapi:
Setiap instrumen punya ruang sendiri
Tidak saling menutupi (Biasayanya orang musik fancy bilang ini masking)
Lagu terasa hidup, dinamis, dan utuh
Emosi lagu tersampaikan ke pendengar
Secara sederhana:
Mixing adalah seni dan teknik membuat lagu “bernafas”.
Apa yang Dikerjakan Saat Mixing?
Berikut adalah elemen utama dalam proses mixing profesional.
1. Balance (Keseimbangan Level)
Mixing dimulai dari volume:
Mana yang harus dominan?
Mana yang cukup mendukung?
Apakah vokal terlalu tenggelam?
Apakah drum terlalu menekan instrumen lain?
Balance yang baik membuat lagu terdengar natural, bukan “rame tapi capek”.
2. Panning (Penempatan Kiri–Kanan)
Instrumen tidak semuanya diletakkan di tengah.
Contoh umum:
Kick & bass → tengah
Vokal utama → tengah
Gitar → kiri dan kanan
Backing vocal → melebar
Panning menciptakan lebar stereo dan rasa ruang, seperti mendengarkan band sungguhan.
3. EQ (Equalization)
EQ digunakan untuk:
Membersihkan frekuensi yang tidak perlu. Secara teknis biasanya ada di 250hz.
Menghindari tabrakan antar instrumen. Di tampilan visual eq biasanya terlihat beda instrumen tapi berdesakan di satu area.
Menonjolkan karakter unik tiap suara. Tiap instrumen punya frekuensi fundamental.
Contoh:
Bass dan kick dipisahkan frekuensinya
Vokal dibersihkan dari “mud/mendem”
Gitar tidak menutup mid vokal
EQ yang baik tidak terasa, tapi sangat terasa jika tidak ada.
4. Compression
Compression mengontrol dinamika:
Bagian terlalu pelan dinaikkan
Bagian terlalu keras ditahan
Hasilnya:
Vokal lebih konsisten
Drum lebih solid
Lagu terasa “rapi” tapi tetap hidup
Compression yang salah membuat lagu:
Mati, tercekik, atau justru tidak stabil
5. Reverb & Delay (Ruang dan Atmosfer)
Efek ini menciptakan kedalaman:
Apakah vokal terasa dekat atau jauh?
Apakah drum terasa di ruangan kecil atau besar?
Apakah lagu terasa intim atau megah?
Mixing profesional sangat hati-hati memakai efek. Cukup terasa, tapi tidak mengganggu.
6. Automation
Automation membuat lagu bercerita:
Volume vokal naik di chorus
Efek bertambah di klimaks
Instrumen tertentu muncul lalu menghilang
Inilah yang membedakan mixing “hidup” dengan mixing yang datar.
Output Mixing Itu Apa?
Hasil akhir mixing adalah:
Stereo mix (biasanya WAV 24-bit)
Tanpa limiter keras
Masih punya headroom (Persiapan untuk mastering)
Siap untuk tahap mastering
Mixing belum final untuk rilis.
3. Apa Itu Mastering?
Definisi Mastering
Mastering adalah proses penyempurnaan akhir dari lagu yang sudah di-mix, agar:
Konsisten secara tonal
Optimal di berbagai perangkat (HP, mobil, headphone, speaker)
Sesuai standar loudness platform (Spotify, YouTube, Apple Music)
Siap didistribusikan secara profesional
Jika mixing adalah menyusun isi rumah, maka:
Mastering adalah memastikan rumah itu terlihat rapi, kuat, dan nyaman dari luar.
Apa yang Dikerjakan Saat Mastering?
1. Tonal Balance Global
Mastering melihat lagu sebagai satu kesatuan, bukan per track.
Engineer akan mengecek:
Apakah bass terlalu berat?
Apakah high terlalu tajam?
Apakah mid terlalu kosong?
Perubahan sangat halus, tapi dampaknya besar.
2. Dynamic Control
Mastering menjaga:
Lagu tidak terlalu datar
Tidak terlalu melonjak
Tetap enak didengar lama
Ini bukan “membunuh dinamika”, tapi mengontrolnya.
3. Stereo Enhancement (Jika Perlu)
Lebar stereo bisa diperbaiki sedikit:
Tapi tidak berlebihan
Tetap kompatibel mono
4. Loudness Optimization
Ini bagian yang sering disalahpahami.
Mastering profesional:
Tidak sekadar “dibikin keras”
Tapi keras yang aman
Tidak distorsi
Tidak capek di telinga
Target loudness disesuaikan dengan platform rilis.
5. Final Check & Quality Control
Engineer akan cek:
Clipping
Noise
Masalah fase (Phase cancellation)
Transisi awal dan akhir lagu
Setelah itu, file siap dikirim ke distributor digital.
Output Mastering Itu Apa?
File final (WAV / AIFF)
Siap upload ke Spotify, Apple Music, YouTube
Konsisten dan stabil di berbagai sistem
4. Perbedaan Mixing dan Mastering (Ringkas & Jelas)
| Mixing | Mastering |
|---|---|
| Bekerja per track | Bekerja satu stereo file |
| Fokus keseimbangan instrumen | Fokus keseluruhan lagu |
| Kreatif dan teknis | Sangat teknis dan objektif |
| Membentuk karakter lagu | Menyempurnakan karakter |
| Belum siap rilis | Siap rilis |
Mixing dan mastering bukan pilihan, tapi pasangan.
5. Kesalahan Umum Musisi tentang Mixing & Mastering
1. “Nanti di mastering bisa diperbaiki”
Salah besar.
Mastering tidak memperbaiki mixing yang buruk.
2. “Pakai plugin AI sudah cukup”
AI membantu, tapi:
Tidak memahami konteks emosi lagu
Tidak menggantikan telinga berpengalaman
3. “Yang penting keras”
Lagu keras tapi:
Capek
Distorsi
Tidak enak didengar lama
Profesional mengejar impact, bukan sekadar volume.
4. “Semua bisa dikerjakan sendiri”
Bisa, tapi:
Butuh waktu bertahun-tahun
Butuh ruang dengar akurat
Butuh pengalaman ratusan lagu
Dan kami sudah melewati itu semua
Itulah alasan profesi mixing & mastering engineer tetap relevan.
6. Kenapa Lagu Home Studio Sering “Kurang Jadi”?
Beberapa faktor umum:
Ruangan tidak akurat
Monitoring tidak jujur
Kurang referensi profesional
Terlalu dekat dengan lagu sendiri (tidak objektif)
Masalahnya bukan niat, tapi ekosistem kerja.
7. Bagaimana Proses Mixing & Mastering di Produksi Lagu Profesional?
Secara umum:
- File direkam rapi
- Editing bersih
- Mixing oleh engineer dengan monitoring akurat
- Review & revisi
- Mastering oleh telinga segar
- Final delivery
Di sinilah kualitas lagu benar-benar naik kelas.
8. Apakah Mixing dan Mastering Itu Mahal?
Jawaban jujurnya: tergantung tujuan kamu.
Untuk demo → bisa sederhana
Untuk rilis serius → jangan setengah-setengah
Yang perlu dipahami:
Biaya mixing & mastering adalah investasi pada kualitas persepsi pendengar.
Pendengar tidak tahu prosesmu. Mereka hanya mendengar hasilnya.
9. Kapan Lagu Kamu Perlu Mixing & Mastering Profesional?
Jika:
Lagu akan dirilis publik
Dibawa ke label
Dipakai untuk branding
Ingin terdengar sejajar dengan rilisan lain
Maka jawabannya: sekarang.
Pengalaman Kami Menangani Ratusan Lagu
Producer dan Engineer Dimulti Music sudah menangani ratusan lagu. Berbagai genre kami kerjakan. Pop, Orchestra, Metal, Rock, R&B, Hip-Hop, Dangdut, Musik untuk Film, dan banyak jenis musik lainnya.
Dari artis nasional hingga internasional. Project indie hingga major label.
Jika kamu mencari studio profesional di sekitar UI, Margonda, Depok. Maka kamu bisa datang ke Dimulti Music.

Penutup
Mixing dan mastering bukan sekadar istilah teknis. Keduanya adalah tahap krusial yang menentukan apakah lagu kamu:
Sekadar selesai
Atau benar-benar siap didengar dunia
Memahami proses ini membuat Anda:
Lebih bijak mengambil keputusan
Lebih realistis soal kualitas
Lebih menghargai proses profesional
Jika Anda serius dengan musik, maka mixing dan mastering bukan pilihan. Melainkan keharusan.